"Bayu mau bangunkan Rani dulu ya, Bu. Sudah sore, masa dia ada ribut-ribut di depan tapi ndak ke bangun?" ucap Bayu seraya berdiri meninggalkan Darminah dan Fajar di ruang depan. Pria itu sampai di depan kamar Rani dengan pintu yang masih tertutup. Bayu beberapa kali mengetuk pintu sembari memanggil-manggil namanya. Tapi lewat sekian menit kemudian, tak juga ada jawaban. Bayu memberanikan diri untuk menarik gagang pintu kamar Rani. Begitu terbuka, rupanya benar saja dugaan Bayu. Rani sedang tampak tidur dengan pulas juga dalam posisi yang absurd. "Ck ... belom bangun juga! Padahal aku sudah teriak-teriak," gumam Bayu. Bayu lantas segera masuk ke dalam kamar Adiknya. Dan tentu saja dengan pintu yang dengan sengaja ia biarkan untuk terbuka agar tidak menimbulkan pemikiran yang tidak-t

