"Astagfirullah, Fajar!" pekik Rani begitu membuka pintu kamar Fajar selepas shalat Isya. "Ppfftt ... uhuk, uhuk, uhuk!" Fajar yang sedang meminum air putih dari gelas terkejut hingga secara tak sengaja menyemburkan benda cair itu pada Bayu. Ya, pada Bayu yang saat ini berada di hadapan bocah itu. Reflek Bayu menutup mata, menerima semburan air Fajar dengan suka rela. Atau lebih tepatnya dengan terpaksa karena ia sudah tak bisa lagi menghindar. "Ya Allah, Mas Bayu!" pekik Rani, kemudian menutup mulut dengan tangannya. Bayu mengusap wajahnya yang basah menggunakan tangan. Ia membuka mata, menatap datar pada ke dua orang adiknya secara bergantian. "Wah ... ini seger banget ya. Benar-benar mata air Fajar yang sesungguhnya," sindir Bayu. Rani buru-buru menghampiri Bayu, lalu membantu

