"Kamu ngasih uang 2ribu sama begal? Yang bener aja sih, Jar! Kenapa ndak teriak saja? Kenapa ndak lari, kenapa ndak melawan seperti Mas Bayu? Itu begal pasti merasa terhina, makanya mereka menghajar kamu," cecar Rani tiba-tiba saja pada si bungsu. Fajar mendelik dengan sebal karena Rani main sambar saat ia sedang asyik bercerita. "Fajar ini bukan Mas Bayu, Mbak! Mana bisa sembarangan bergerak, bisa nyawa yang nanti jadi taruhannya. Bicara itu memang mudah tahu? Tunggu sampai Mbak Rani merasakan sendiri, rasanya di ancam dengan pisau di leher oleh begal," gerutu Fajar pada Kakak perempuannya. "Helleehh, di ancam pisau. Mbakmu ini sudah sering. Iya,'kan, Mas?" Rani meminta persetujuan dari Bayu. Ditodong, pisau atau dilukai pisau. Sepertinya Rani sudah mulai agak sering merasakan hal itu

