92. Kabar Luka

2044 Kata

Betapa pertanyaan itu seolah menunjukkan Nathan seseorang yang kurang bisa memahami sesuatu, dia tahu akan hal itu. Tetapi, dia masa bodoh dan tetap akan membawa Xander pada pengakuan yang sebenarnya. "Kenapa diem? Kamu enggak bisa jawab karena memang itu kenyataan?" Memang Xander enggan menjawab, menurutnya itu sangat tidak berfaedah. Dia hanya membetulkan posisinya saat duduk, Xander tengah mempersiapkan tenaga agar dia kuat saat sedang bersama Ayahnya. Mereka tidak lagi saling bertentangan, meski situasi tetaplah sana. Xander marah akibat sifat Nathan yang tidak pernah berubah. "Wanita itu, kalau dikekang justru dia akan semakin hilang. Enggak betah, dia juga kan butuh hiburan." Nathan masih menganggap Xander salah bersikap. Xander sibuk menggaruk-garuk kepala, sambil melihat Iska da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN