93. Tempat Paling Pantas

2008 Kata

Usai mendengar semua itu, Gisha hendak pergi. Namun, Nathan mencegah dan kembali membawanya ke sofa. "Kalian, selesaikan di sini! Enggak ada yang boleh menghindar!" Yang tertata rapi di perasaan adalah Gisha ingin enyah dari muka bumi ini, dia tidak dapat memaksa perasaan orang lain jatuh padanya. "Semuanya udah jelas Pi, walau begitu aku tetep akan mempertahankan rumah tangga ini. Demi anak-anak." Xander mendekat, dia kembali menggenggam tangan Gisha. "Itu salah, walau aku masih mencintai Adhisti sampai kapan pun tapi… Aku hanya ingin mempertahankanmu, dia cuma masa lalu dan akan tetap jadi Ibu dari anakku. Kalau kamu, segalanya buatku." Air mata itu masih mengendap di sana, Gisha enggan menatap wajah Xander. Ini hanya akan membuatnya lemah. "Aku tau itu Mas, cuma… Aku bisa menyimpulka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN