Mereka melangkah masuk ke dalam kamar hotel, dan seketika Clara berhenti di ambang pintu, matanya membesar, bibirnya sedikit terkatup, dan ia menatap sekeliling dengan rasa takjub yang jelas terpancar dari ekspresinya. Kamar itu berbeda sekali dengan kamar hotel mereka di Turki—lebih minimalis, namun elegan, hangat, dan penuh nuansa modern khas Jepang. Dinding-dindingnya didominasi warna lembut krem dan cokelat muda, dipadu dengan aksen kayu yang menenangkan. Lantai kayu jhalus memantulkan cahaya lampu lembut yang menggantung di langit-langit, menciptakan aura hangat dan nyaman. Clara melangkah perlahan, matanya terus berkeliling, menyentuh permukaan meja, menatap kursi, dan perlahan menoleh ke teumpat tidur besar dengan seprai putih bersih yang terlihat begitu empuk. “Jevian… wow… berbe

