Acara perkenalan di Wimberley berlangsung cukup baik. Eric enggan terlalu banyak berbicara di depan teman-teman Rica. Dahulu, dia tidak terlalu peduli dengan masa lalu atau diri Rica. Akan tetapi bukan berarti dia tak ingin menjalin hubungan serius dengan wanita ini— dahulu. Iya, dahulu saat masih merintis karir, dia membutuhkan sosok Rica, sayangnya wanita itu juga punya kesibukan tersendiri. Berbeda dari saat remaja dahulu, secara fisik, Eric sudah sangat jauh berbeda, begitulah pandangan Rica. Pujian teman-teman masa kecilnya terhadap Eric memang benar adanya. Eric terlalu tampan. Tatapan matanya yang tajam dan malas itu mampu membius gadis manapun yang dipandang. Padahal, Eric bosan berada di kerumunan pesta sederhana di kota kecil ini. Lebih parahnya, hampir semua yang datang adalah

