Sherry terdiam memandangi Eric, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Mimik wajahnya begitu terkejut sekaligus sangat ingin marah. Sementara itu, Eric juga kelihatan bingung. “Kau pergilah,” perintah Eric terhadap X, pelaku yang membuat ayah Sherry kecelakaan. Tanpa mengatakan hal yang tak perlu, X segera meninggalkan area ini. Dia pergi memutari kabin menuju ke depan, lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi. Sherry masih terpaku di ambang pintu kabin belakang ini. Eric menghampiri istrinya perlahan. “Sayang, kenapa kau kembali lagi? Ada yang tidak beres?” tanya Eric lembut seraya berusaha meraih lengan wanita itu, tapi malah ditepis kasar olehnya. Sherry mundur selangkah, kemudian mengutarakan isi hatinya, “Eric, kau— kau yang membuat ayahku kecelakaan? Kenapa kau melakukan ini? Astaga

