Di rumah. Eric amat lega setelah para akhirnya dia dan sang istri sampai ke rumah. Tubuhnya sangat letih ingin rasanya langsung merebahkan diri di ranjang. Namun, godaan bermesraan dengan Sherry nyatanya mampu mengalahkan keletihan itu. Setelah membuang jas dan melonggarkan dasi, pria ini merosot ke sofa, lalu menunggu istrinya yang sedang memutar sebuah film. Pencahayaan ruang tengah berubah menjadi lebib redup, hanya lampu-lampu meja yang dinyalakan. Kesan bioskop pribadi pun tercipta. “Ah, aku sudah ingin sekali membangun ruangan bioskop pribadi, bagaimana menurutmu, Sherry?” tanya Eric sembari mengangkat birnya dari ember es batu, lalu menuangkannya ke dalam gelas. “Kita bisa menonton bioskop lebih leluasa. Kalau sekarang kam kita bisa berduaaan karena Mom dam Pam sedang tidak ada

