BAB 39

1618 Kata

Eric membuka pintu kamarnya sepelan mungkin. Perasaannya tidak jelas, namun yang pasti saat ini dia menyesal. Tidak ingin ini berlarut-larut, dia buru-buru melangkah masuk, menuju ke ranjang tempat istrinya sedang duduk. Hubungan baik mereka sejak pernikahan baru terjalin, rasanya sangat menyakitkan jika ini harus berakhir. Isi kepalanya hanya dipenuhi kenangan manis semasa bulan madu kemarin. Mengapa semuanya malah menjadi seperti ini? “Maafkan aku, aku emosi ... aku hanya cemburu, aku takut kau membalas perbuatanku,” katanya tulus dan lembut. Dia duduk di pinggiran ranjang, samping sang istri. Dengan susah payah, dia meraih telapak tangan wanita tersebut, membelainya agar mendapatkan perhatian. “Sayang, maafkan aku, sungguh, aku salah, apapun yang kau inginkan, akan kulakukan. Aku hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN