“Eric? Kau ada disini?” Eric menaikkan sebelah bibirnya, membentuk senyuman sinis, yang mampu membuat Sherry gugup bukan main. Dia terang-terangan menyindir, “oh maaf, apa aku menganggu? lanjutkan kalau begitu, anggap aku tak ada disini. Aku penasaran lanjutan dari kisah romantis yang baru kulihat.” “Kisah romantis? Kau salah paham,” ucap Sherry meneguk ludah. Ia heran sekali mengapa bertepatan sekali dengan hal barusan yang terjadi. Perasaannya seperti disayat saat melihat pemandangan ini. Amarahnya sudah surut, tapi harus terbakar lagi. Dia juga ingin mengutuk diri sendiri karena terlalu pencemburu. Akan tetapi memiliki istri seperti Sherry Saunders memang berat. Rasa takut kehilangan amat besar sampai terkadang kelakuannya menjadi seperti ini. Dalam hati dia tidak ingin mengatakan h

