Siang harinya. Selepas Dylan pulang, Eric pergi ke belakang dan mendapati meja makan telah ada Sherry dan Samantha. Pria ini agak canggung ketika melihat mereka berdua. Lalu, dia duduk di kursi samping istrinya. “Sayang, kau betah sekali di sini?” ucapnya basa basi sembari melihat meja yang telah penuh olahan telur, daging dan sayuran. “Kemampuanmu memasak semakin baik saja. Aku takut posisi Dolores tergeser.” “Hei.” Sherry menepuk lengan Eric. “Dasar.” Samantha tersenyum mengamati mereka. Gadis cilik ini tidak pernah mendapatkan suasana makan malam bersama sebelumnya. Wajar saja wajahnya sumringah karena bisa makan bersama sang ayah. Selama ini dia hanya bisa memandangi wajah Eric dari majalah dan potret saja, kini pria itu sudah ada di depan mata. Saking senangnya, dia sampai melipat

