Pam mengundang dua temannya masuk ke rumah Paradise. Satu pemuda, satu gadis. Dua-duanya berusia awal dua puluh tahunan. Si pemuda berbalut kemeja flanel coklat tua dipadu celana jeans yang sudah lusuh. Sedangkan si gadis memakai kaos ketat dan rok mini jeans. Penampakan rambut mereka sangat acak-acakan. Ciri khas anak muda dari daerah kumuh, pinggiran kawasan Paradise. “Hebat, ini rumah bosmu?” kata si pemuda. Tyler Kyle. Dia mengedarkan pandangan ke seisi rumah. Semuanya tampak berkilauan di matanya. “Atau Sugar Daddy barumu?” timpal si gadis. Georgina Crooks. Dia sampai berhenti di salah satu meja dekorasi ruang tamu untuk sekedar memeriksa barang-barang yang tergeletak di atasnya. Vas bunga berbagai jenis, dari kaca, keramik, dan lain-lain. “Ini pasti harganya ratusan ribu dollar!”

