“Iya! Mas Juna pasti cemburu sama Pak Gilang. Jihan yakin itu!” Juna melempar tatapan horor pada sang istri. “Siapa yang cemburu? Gue gak cemburu sama dosen idola lo itu,” ketus Juna menjawab. “Masa?” ledek Jihan. Juna berdecak kesal. “Gak usah kepedean jadi orang.” Kemudian ia mengambil langkah pergi, meninggalkan Jihan yang tentunya tak tinggal diam. Jihan segera mengambil langkah lebar agar bisa berjalan di samping suaminya. Sambil tersenyum lebar, rupanya perempuan itu masih ingin menggoda suaminya. “Mas! Jihan gak kepedean tahu. Emang kenyataannya Mas Juna cemburu sama Pak Gilang.” Juna memutar bola mata malas. Langkahnya semakin ia percepat, membuat Jihan sedikit kewalahan mengimbangi nya. “Mas Juna jangan cembur

