Lima menit sudah Jihan pandangi wajah tampan rupawan suaminya yang berada di depan mata. Kedua sudut bibirnya terangkat, saat tidur seperti ini wajah Juna terlihat sangat damai. Melirik jam yang sudah menunjukkan pukul empat pagi. Jihan tampak enggan untuk beranjak dari posisi nyamannya ini, yaitu tidur dalam dekapan hangat sang suami. Jihan kembali memejamkan mata. Menempelkan pipinya di atas d**a bidang Juna yang tak terbalut sehelai benangpun. Namun, tidak sampai sepuluh detik, Jihan membuka lagi matanya karena ingat harus bersih-bersih lalu menjalankan ibadah sholat subuh. Bersamaan dengan Jihan menyikap selimut, Juna membuka kedua bola matanya. "Mau kemana?" tanya nya kemudian. "Mas, udah bangun? Ini, Jihan mau mandi." Juna ikut bangun dari posisi tidurnya. Merenggangkan otot-ot

