Tentang Rasa

1154 Kata

Juna berdiri di dekat dinding kaca yang berada di ruang kerjanya. Dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana, Juna menatap jalanan yang ramai oleh kendaraan. Suara pintu terbuka. Langkah kaki terdengar masuk ke dalam ruangan. Namun, itu tidak membuat Juna terganggu dan tetap dalam posisi yang sama. Sepertinya dia tidak terlalu mempedulikan siapa yang masuk ke dalam ruang kerjanya ini. "Gue mau lamar adek lo." Akbar berucap to the point. Membuat Juna seketika memutar tubuh, menatap sahabatnya dengan tampang datar. Akbar duduk di sofa berwarna abu-abu dengan kaki kanan berada di atas kaki kiri. Senyumnya mengembang lebar. "Gue serius mau lamar Kian buat jadi bini gue," ucapnya memperjelas. "Yakin?" "Kenapa enggak? Gue sama Kian udah menjalani hubungan yang cukup lama. Hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN