HTMJ-29

1071 Kata

Juna meniupkan asap rokok di dalam mulutnya ke udara. Angin sepoi-sepoi menerpa kulit wajahnya dengan lembut. Di dalam, Jihan dan Alfa sedang bersama Lisa yang ternyata sakitnya lebih parah dari yang kemarin. Ucapan Jihan saat dalam perjalanan menuju kos-an Lisa seolah terus bergema di telinga Jihan. Cinta dan sayang. Dua rasa yang harusnya memang telah dimiliki oleh pasangan suami-istri. Sementara sampai detik ini, Juna rasa di dalam hatinya belum ada yang berubah. Ia menerima Jihan sebagai istrinya, tapi perasaaan cinta itu belum tumbuh sampai sekarang. "Mas." Suara lembut Jihan menyadarkan Juna dari lamunannya. "Kenapa? Udah?" Jihan mengulas senyum. "Belum. Masih nunggu dokter datang," jawabnya seraya duduk di bangku yang berada di samping meja, sebelah Juna. "Gak mau di bawa ke r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN