Juna menghentikan laju mobilnya di tengah perjalanan menuju kampus Jihan. Satu tangannya mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana. “Siapa, Mas?” “Kemal,” jawab Juna lantas mengangkat panggilan masuk dari sekretaris barunya. “Ya, ada apa?” Sengaja Juna mencari sekretaris laki-laki untuk bekerja dengannya. Juna tidak ingin mengulang kejadian yang sama seperti saat menjadikan Rhea sekretarisnya. Selain itu juga, Juna tidak ingin membuat Jihan khawatir dan cemburu. “Okay. Sebentar lagi saya sampai.” Juna menutup sambungan telepon. Menoleh kepada Jihan yang melempar tatapan tanya. “Kemal minta aku buat cepet datang ke kantor. Ada yang harus dibicarakan terkait proyek pembangunan hotel yang sedang berjalan di Palembang,” ujar Juna memberitahu. “Oh, ya udah sekarang Mas Juna langsung aja

