Alis Jihan menaut dengan berbagai pertanyaan yang menyerbu otaknya. Sementara itu, Oji tampak senang melihat kedatangan menantunya. Juna melangkah menghampiri Oji sambil tersenyum tipis. "Selamat sore, Om. Bagaimana keadaan Om Oji saat ini?" "Alhamdulillah, Nak Juna. Ayah sudah merasa lebih baik," balas Oji menjawab. Juna meringis dalam hati. Benar, harusnya memanggil Oji dengan sebutan'ayah' seperti apa yang Jihan lakukan. Karena Oji adalah pria yang telah menjadi ayah dari istrinya. Tangan Jihan terulur menarik ujung jas yang dikenakan Juna. Membuat laki-laki itu seketika menoleh, melihat raut wajah Jihan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja, segera Juna memundurkan langkah agar sejajar dengan sang istri. "Mas Juna datang sama siapa?" Jihan berbisik. Belum sempat Juna menjawab

