Malam yang semakin larut membuat keadaan jalan terlihat cukup lengang dari biasanya. Sambil mengemudi, Juna curi-curi pandang ke arah Jihan yang terlihat lemas tak bersemangat. Perempuan itu duduk bersandar pada penyangga kursi dengan kepala miring ke arah kaca. Dapat di lihat tatapan Jihan sayu. Entah karena dia memang sudah mengantuk atau justru ada hal lain membebani pikirannya. Juna tidak tahu. "Kean tadi bilang kalo dia gak jadi nginep. Katanya mau pergi kumpul sama temen-temennya dulu," ucap Juna memecah keheningan di antara mereka. Jihan menggerakkan kepalanya untuk melirik Juna sekilas. Sebenarnya Jihan juga sudah tahu itu, Keandra sendiri yang mengatakan padanya langsung saat Juna tidak ada di sisinya. Tidak mendapati jawaban yang terdengar, Juna kembali melirik Jihan. "Kenapa

