"Jadi kapan mau lamar Kian secara resmi nya?" Akbar mengambil minuman kaleng yang berada di dalam kulkas di rumah Juna. Lalu, laki-laki itu duduk di meja makan bersama Juna yang juga ada di sana. "Bokap sih bilangnya Minggu depan nanti kita berkunjung ke rumah Kian. Sementara nunggu Nyokap balik dari Singapura juga," jawabnya. Juna mengangguk. Orang tua Akbar memang telah lama berpisah. Mama nya pindah ke Singapura mengikuti suami barunya. Sementara Papa nya Akbar masih betah sendiri dan lebih memilih untuk fokus terhadap pekerjaannya. Tujuh tahun yang lalu, Akbar memiliki adik perempuan yang kemudian meninggal dunia karena penyakit kanker yang di deritanya. Jadi, sekarang Akbar menjadi anak tunggal. "Bagus deh. Gak usah lama-lama. Semakin cepat semakin baik kan." Akbar terkekeh pelan

