Juna mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Sesekali dia menoleh pada Jihan yang sedari tadi diam saja dengan pandangan kosong ke depan. Tentu saja membuat Juna khawatir dan tidak tenang. Mengingat apa yang membuat Jihan seperti ini adalah karena Gilang. Juna memutuskan untuk menghentikan laju mobilnya di tepi jalan yang sepi. Bahkan setelah itu, Jihan belum menyadarinya. "Hey," panggil Juna dengan suara pelan sembari mengambil satu tangan Jihan. Tatapan sayu Jihan beradu dengan Juna. Semakin membuat laki-laki itu penasaran atas apa yang terjadi pada istrinya ini. "Mau makan dulu gak?" Juna bertanya. Jihan menggeleng pelan. "Enggak usah, Mas." Juna mengangguk. Jujur saja, Jihan yang tidak biasanya bersikap seperti ini membuat Juna gelisah. "Mas," panggil Jihan. "Kenapa? L

