"Mbak Mira." Nurul yang terbangung dari tidurnya terpaku saat melihat Mira duduk di dapur. Nurul mendekat ke arah Mira, perlahan ia mulai menarik kursi dan duduk tepat di seberang Mira. "Mbak, kamu belum tidur?" Mira menarik nafas dalam. "Aku nggak bisa tidur, Nurul." "Apa ini karena Ibu?" tanya Nurul dengan lembut. Mira tidak menjawab ia hanya mengusap wajahnya dengan pelan. Nurul meraih tangan Mira, ia menggenggam tangan Mira. Berusaha untuk memberikan kenyamanan kepada Mira. "Mbak, aku tahu apa yang kamu rasakan. Tapi semua keputusan yang Ibu ambil itu demi kebaikanmu dan anak ini, Ibu hanya nggak mau Mas Adam memanfaatkanmu lebih dalam lagi." Mira tidak menjawab, ia hanya menunduk. Sementara Nurul kembali melanjutkan ucapannya. "Mbak Mira ingat bagaimana orang tua Mas Adam m

