Ayla membuka pintu kamar berukuran 4x4 di Kawasan puncak, tempat untuk ia merebahkan diri untuk beberapa jam. Ia menekan saklar untuk menyalakan lampoon, lalu melihat sekelilingnya. Hanya ada tempat tidur, televisi, dan jendela yang menghadap pada pemandangan Kawasan puncak, serta kamar mandi yang luasnya tidak seberapa lebar. Regal mengekor di belakang Ayla seraya melihat sekelilingnya, bahkan di sana tidak ada sofa untuk ia merebahkan diri. Ia sengaja memesan kamar yang biasa saja – karena uangnya pun tidak banyak banyak amat untuk memesan villa yang berada di Kawasan sini – lalu Ayla malah mengajaknya untuk ikut ke kamar ini. Tidak akan terjadi apa apa, setidaknya ia tidak harus berpikir kea rah sana untuk menjaga kewarasannya. Ayla berjalan ke tempat tidur, lalu ia menarik bed co

