PART 33

1552 Kata

Kisah Arista 33 Ketika jam kerja telah usai, Nisa baru menyadari jika sejak siang tadi ia tidak melihat Ari masuk ke dalam ruang kerjanya kembali. Jika Ari meninjau proyek pembangunan pabrik baru, pastinya Ari akan mengirimkan pesan kepadanya. Namun, kali ini tidak, batang hidung lelaki itu pun tidak kelihatan sama sekali. Nisa teringat saat Ari berangkat tadi, wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Ia berinisiatif untuk mencari atasannya itu di klinik. Mungkin saja Ari berada di sana. Bunyi sepatu pantofel bergesekan dengan lantai mengiringi langkah Nisa ke tempat yang ia tuju, dari luar ruangan berpintu berkaca transparan itu Nisa bisa melihat Ari tengah berbaring sembari memejamkan matanya. Tangannya tidak lepas memegangi perutnya. Nisa mengetuk pintu terlebih dahulu, setelahny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN