Part 32

1703 Kata

Kisah Arista 32 Butuh usaha lebih bagi Ari untuk turun dari taksi online yang ia naiki, lelaki itu baru saja sampai di depan pabrik. Sedikit demi sedikit Ari menggeser tubuhnya, lalu turun dari jok penumpang setelah menyelesaikan pembayaran. Ari berusaha berdiri tegak, ia menghela napas panjang. Perutnya benar-benar masih terasa nyeri, sedikit bergerak saja berefek begitu menyakitkan baginya. Andai saja ia menuruti Rista untuk mengambil cuti, ia bisa beristirahat di rumah. Sayangnya, ada berkas penting yang memang harus ia tanda tangani. Ari juga tidak ingin dicap pengecut oleh saudara kembarnya. Selangkah demi selangkah, Ari berjalan menuju ruang kerjanya. Untung saja suasana pabrik masih terlihat cukup sepi, setidaknya sedikit yang melihat jalannya yang begitu menyedihkan. Perlahan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN