Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini sudah 2 tahun berlalu. Claudya sudah menyadari kalau dirinya mencintai Farel, tetapi sebaliknya Farel masih sinis pada Claudya. Saat ini Claudya masih terlelap di pelukan Farel. Keduanya tidak memakai sehelai benangpun. Claudya terbangun karena rasa mual yang menerpanya. Claudya berlari menuju toilet dan memuntahkan semua isi di dalam perutnya. Farel yang mendengarnya terbangun dan berjalan mendekati Claudya, di urutnya tengkuk Claudya dengan lembut. "Kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya Farel "Tidak tau, kepalaku sedikit pusing" ujar Claudya "Siang ini kita ke dokter yah" ujar Farel "Tidak perlu, aku baik-baik saja Rel. Mungkin asam lambungku naik" ujar Claudya "Baiklah, tapi kalau masih berlanjut kita pergi ke dokter" ujar Farel membuat

