Sejak Lilith menegur Pak Wahyu, benar saja dugaan Lilith. Komplain demi komplain mulai berdatangan satu per satu. Lilith dengan kesal, menyerahkan semua komplainan tersebut kepada Fiska dan Pak Wahyu. Fiska masih memiliki wajah tenang seperti baisanya. Kadang Lilith takjub dengan Fiska. Wanita itu masih bisa tersenyum meskipun perusahaan diguncang seperti ini. Banyak barang yang akan diretur kembali, dan perusahaan rugi banyak kompensasi. "Aku tuh bingung sama Fiska. Dia masih tenang, seolah-olah semuanya baik-baik aja!" Mia mendesah panjang, melihat Fiska di halaman kantor, melalui jendela kantor Lilith yang besar dan tinggi. "Dia masih sibuk liat-liat tabloid baju desainer ternama kemarin. Bahkan makan di restoran Prancis." Mia berkomentar. "Bukan hanya kamu. Aku juga kagum. Dia jadi

