Lilith kembali ke kantor, mulai beraktifitas seperti biasanya. Atas absennya selama dua bulan, banyak hal-hal yang telah terjadi. Meskipun Mia rutin menyampaikan perkembangan informasi, ada banyak hal yang terlewat dan mau tak mau membuat kemarahan Lilith semakin menjadi-jadi. "Kita kehilangan empat supplier utama kita?" Lilith menatap Mia, memukul ujung bolpoin di meja dengan penuh kemarahan. "Aku kan udah pernah bilang. Fiska memutuskan beberapa kerja sama dengan supplier!" "Tapi kamu nggak bilang empat supplier yang diputus. Bukan hanya putus sementara, tapi putus selama-lamanya. Apa kita bisa memenuhi target permintaan jika kehilangan empat supplier?" "Fiska mencari ganti dengan supplier lain." "Fiska mencari ganti dengan supplier mana?" Mia menyebutkan beberapa nama supp

