Malam ini Lilith menghabiskan waktu dengan menonton film aksi tentang operasi detektif, ditemani oleh Reza. Lelaki itu membuka bungkus snack berukuran raksasa, menyodorkannya pada Lilith untuk dinikmati. Kepala Lilith bersandar di kaki Liam, punggunngya ditopang oleh sofa panjang. Rambut panjangnya tergerai, semakin menonjolkan kecantikannya. Meskipun tanpa make up, tetap saja parasnya masih menawan. "Mas," panggil Lilith, teringat sesuatu. "Um." Reza menyugar rambur Lilith, mencoba merapikannya dengan baik. "Aku kok ngerasa kayak diikutin seseorang ya tiap kali keluar. Kamu ngerasa gitu nggak, sih? Kayak kemarin tuh waktu kita belanja di swalayan, seolah-olah ada orang yang perhatian dan fokusnya tertuju pada kita terus!" Reza yang mendengar ini, menggosok dahi istrinya berulang

