"Fiska berhasil bernegosiasi dengan Pak Sudewo. Dia bahkan bisa membayar tanah dan bangunan itu di bawah harga pasar!" Opa menginformasikan kabar melalui telepon ini saat Lilith baru saja selesai rapat membahas tentang masalah tender perusahaan. Lilith menatap jendela besar kantor pribadinya, mendesah panjang. Hasil yang tidak dia bayangkan. Fiska ternyata mampu menegosiasikan sesuatu yang Lilith sendiri tak bisa. "Yah. Hasil ini di luar dugaan," akunya pada Opa. "Fiska ternyata memiliki kemampuan!" Sebenarnya ini pujian, tetapi entah kenapa terdengar tidak seperti pujian. Lilith mengusap meja dengan jari-jari rampingnya, bersandar di sandaran kursi putar besar, mengalihkan pandangan pada langit-langit yang berwarna krem. "Atas keberhasilannya ini, Fiska dan papamu meminta sesu

