Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring terdengar renyah di ruang makan. Setiap orang sibuk menikmati hidangan, membiarkan suasana kosong, tanpa pembicaraan sama sekali. Ruang makan yang berukuran tujuh kali enam meter, terlihat menyempit dengan kehadiran banyak orang. Opa menyapu ke seliling meja makan, tersenyum sopan dan melemparkan tawaran tulus berulang kali. "Ayo nikmati makan malam ini. Jangan sungkan-sungkan!" perintahnya pada semua orang. "Pak Haidar ternyata memiliki kepribadian sebaik yang orang bicarakan selama ini. Sangat berbeda dengan cucunya!" Pak Sudewo melirik ke arah Lilith, sengaja membuka celah untuk mengkritiknya. Ekspresi Lilith tak berubah. Tetap tenang dan anggun. Dia bahkan meraih gelas kristal di depannya, dengan santai menyesap air putih dalam b

