Gunung Es Mencair

1114 Kata

“Rindu ini bisa saja kulepas dengan segera, tetapi akibatnya adalah aku akan kehilanganmu dengan segera pula. Biar saja kuulur waktu, sampai pada inginmu dan inginku beradu di titik temu.” Akmal POV •••• Aku menggenggam jemarinya yang tertaut di pinggang. Sesekali kulepas jika melalui jalanan berlobang, kemudian meraihnya kembali setelah berada di jalanan yang bagus. Dia belakangku, Rizal sedang membonceng Vidia. Rona bahagia terpancar dari wajah songong milik Rizal. Diam-diam, ia ternyata menyukai Vidia. Rizal sering melakukan pendekatan pada Vidia, tapi berkali-kali juga diabaikan. Tak kenal lelah, ia pun mencari cara lain. Pun sama, penolakan yang serupa tetap didapatnya. Saat perusahaan menunjuk Vidia ikut dalam proyek ini, maka hanya Rizal yang merasa sangat senang. Ia akan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN