Mengagumi Safa

1093 Kata

“Buka sendiri kalau mau lepas. Kuncinya ada di belakang Adek?” Safa menoleh sebentar “Berbaliklah! Aku akan melepaskan Adek.” Safa menggeleng. “Maka, sampai pagi pun Adek tak akan terlepas.” “Ck,” Safa berdecak kesal. “Ayo, berbalik,” perintahku. Pelan-pelan sekali, tubuhnya memutar sembilan puluh derajat. Tangannya memegangiku sebelah lenganku. “Hadap ke sini.” Safa berdecak kembali. Kali ini, bibirnya terlihat jelas mengerucut. Perlahan, Safa memutar hingga tepat berhadapan denganku. Seperti yang sudah-sudah, pandangan terpusat ke bawah. Iseng, tanganku mengerat, membuatnya membelalak dan menatapku seketika. Mau tak mau, kedua tangan menempel ke d**a. Kedua tangan memberi dorongan agar pelukanku melonggar. Sayangnya, keinginan Safa kuabaikan. Aku malah sengaja mempersempit ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN