Pengharapan Baru

1054 Kata

Pov Akmal "Mas kepengen, hubungan kita menjadi lebih baik," ucapku berbisik. Aku sengaja mengurung dengan kedua tangan. Selain ingin memberimu kenyamanan, aku juga ingin mengetahui, seberapa besar perubahan Safa hingga saat ini. "Dek ... kasih respon, dong, kayak tadi siang." Aku merapatkan tubuh hingga dapat merasai tubuh Safa terasa bergetar. Anehnya, ia tidak marah seperti biasanya. Jemari yang mencengkeram sisi jendela itu terlihat gemetar sangat jelas. Ingin sekali meraihnya dalam genggaman, tetapi aku tak cukup memiliki keberanian untuk melakukannya. Sebab, berada sedekat ini saja sudah sangat bersyukur. Jika kupaksa merangsek lebih cepat, aku khawatir trauma itu datang kembali, dan merusak tatanan rencana yang sudah kususu rapi selama ini. Aku menatap dari arah samping. Dari ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN