Deril dan Steve mengantarkan Dera ke halte bis terdekat. Entah dia kan kemana. Dera merasa diusir oleh kedua pria tampan itu. “Kalian jahat banget sih.” Ucapnya sambil duduk di bangku halte. “Bukannya jahat Der. Kan kamu tahu sendiri disana cuma ada dua kamar. Kamu mau sekamar sama Deril?” Ucap Steve menggodanya. “Ogah.” Jawab keduanya serempak. “Hahaha.” Steve tertawa mendengarnya. “Jangan aneh – aneh ya Steve. Kalau enggak, kamu juga bakal nyari rumah sendiri seperti dia.” Ancam Deril. Ucapannya membuat Steve tak lagi berani berucap. Sementara Dera tersenyum kecil mendengar hal itu. “Nanti kalau aku sudah nemu rumah yang pas. Kalian mampir ya?” “Ogah.” Jawab keduanya serempak. “Dasar nyebelin kalian. Gak heran kalau kalian pada mati muda. Nyebelin sih.” “Heh sendirinya

