Steve merasa tidak berani untuk mengatakan yang sebenarnya pada Deril. Bahwa Jessi berada di tempat yang sama dengan mereka. “Kenapa kamu gendong dia?” Tanya Deril. “Jatuh tadi. Kakinya bengkak.” “Oh, sebentar aku carikan obat. Biar bengkaknya cepat hilang.” Deril memetik beberapa buah asam dan memasukkannya ke dalam tas miliknya. “Ayo kita ke rumah.” Ajaknya pada Steve. “Der.” “Hmm?” Jawab mereka bersamaan. “Deril.” “Oh” “Apa?” “Gantian gendongin dong.” “Maaf ya, tidak menerima pergendongan.” Jawab Deril sambil nyengir. “Makanya aku jalan sajalah.” Ucap Dera. “Sudahlah diem aja.” Setelah berjalan cukup lama, ahirnya mereka sampai di pondok. Deril membukakan pintu agar Steve bisa segera menurunkan Dera di dalam. Dera duduk di sofa dan menyelonjorkan kakinya. Deri

