Sebuah rencana

1028 Kata

Steve pulang dengan wajah yang sangat kecapekan. Dia merebahkan tubuhnya di sofa. Melepaskan sepatunya dengan kaki lainnya. Dia memejamkan matanya, berharap bisa segera tidur. Sementara Deril masih belum pulang. Dia masih sibuk memilih bibit tanaman apa yang akan dia semai lagi. Dia berada di kebun bunga bersama Pak Barconi. Pak Barconi mengajaknya diskusi tentang keberadaan penyihir dengannya. “Menurutmu, kenapa penyihir itu bisa melepaskanmu?” Tanya nya pada Deril. “Saya nggak tahu Pak. Waktu itu saya hanya langsung berlari saja. Takit dia akan melukaiku.” Jawab Deril. “Pasti ada sesuatu dengan dirimu.” “Apa ya pak kira – kira? Saya hanya peri hutan biasa saja.” “Apa mungkin ada hubungannya dengan dua gadis yang pernah kita lihat sebelumnya?” “Bisa jadi Pak, jangan – jangan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN