52

2502 Kata

Selepas Dexa pergi, Mea tidak langsung meninggalkan unit apartemen Dexa. Ia melihat ada sebuah surat yang menarik perhatiannya. Rasanya ia ingin membuka surat itu dan membacanya. Meski itu adalah hal yang tak seharusnya ia lakukan. Tapi Mea tetap penasaran hingga ia pun membuka surat itu. "Maaf, Dex. Aku penasaran." Setelah bergumam dengan kekehan singkat, Mea pun langsung membukanya. Ia membaca setiap kalimat demi kalimat. Dalam waktu beberapa menit, Mea terdiam membisu. Ia tak bisa berhenti membaca meski Ian merasakan ada sesuatu yang menyayat hati. Pilu. Air mata tertahan. Mea mencoba untuk terus menahannya agar tak menetes dan membasahi kertas itu. Akan tetapi, tetap saja gagal. Air matanya menetes tepat di tengah kertas. Rasanya sangat menyedihkan saat membaca sepucuk surat yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN