53

2505 Kata

Dexa sudah hampir mendekati dipanggil. Dia sudah bosan sejak tadi. Tak ada yang bisa ia lakukan. Biasanya jika bosan ia akan merasuki orang-orang yang ada di sekitarnya dan menjahili mereka. Tapi sekarang tak bisa. Ia berada di posisi dandanan cantik dan harus tetap terlihat elegan. Sebab, jika ia berniat aneh-aneh, rencananya akan gagal. Ia harus bersikap profesional. Sekilas ia melihat Levo sudah tak ada di parkiran mobilnya. Tapi mobilnya masih ada di sana. Entah ke mana Levo pergi. Tapi ia tak peduli. Levo seperti layangan putus. Tak bisa diikuti ke mana dia akan pergi. Kecuali jika ia berniat mengejarnya. "Peserta 118. Dexina Azitraneca." Suara menggema memanggil namanya. Spontan jantungnya berdegup dengan kencang. Membuat Dexa langsung terburu masuk ke tempat kontes. Tak lupa, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN