“B—buat belajar.” “Belajar ?!” suara mengejek kembali terdengar. “Wow. s**t !” pria itu menghela nafas kasar, seolah muak dengan gadis di hadapannya itu. “Masuk mobil, jika kamu sudah waras! “ kata pria itu sebelum akhirnya keluar dari toko buku. Gadis itu menunduk. “Maaf, Mbak, saya gak jadi beli buku ini.” Gadis itu melangkah hendak pergi. Sebelum pergi, ia tidak sengaja menoleh dan melihat Azzura berada berdiri seluruh dengan arah jarum jam. Gadis itu nampak terkejut melihat keberadaan Azzura di sana. Ia mengenali Azzura. Jelas. Tatapannya menyiratkan hal itu. Tapi gadis itu mengelak fakta ini. Ia berpura-pura tidak mengenali dan langsung pergi. Azzura tidak mengatakan apa pun dan membiarkan gadis itu pergi begitu saja. Azzura menyakini satu hal, kamu tidak akan bisa mengengga

