Hari sudah pagi namun taufan sama sekali belum menemukan keberadaan auryn. Akbar dan miko sedang berada di kantor polisi melaporkan hilangnya auryn. Gading, fitri, dan tiwi berada di rumah taufan. Fitri dan tiwi sudah menangis semalaman. Ia khawatir dengan auryn. "Gimana, gading?" Tanya tiwi. Gading menggeleng lemah. Tiwi menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Taufan sedari tadi gelisah. Ia sama sekali tak tidur semalaman. * * * * Auryn membuka matanya menyesuaikan cahaya lampu yang masuk ke retina matanya. Auryn merasakan kepala di belakangnya sangat pusing dan sedikit nyeri. Ia hanya ingat kepalanya sakit dan sangat sakit ketika kepala belakangnya di hantam seperti kayu. Auryn memandangi ruangan putih di sekitarnya kosong. Hanya ada lemari tua. Auryn memandangi tubu

