Shocked

2018 Kata

Malvin tersenyum-senyum sendiri memandangi langit-langit kamar. Ia melihat bayangan Sania di sana. Senyumnya yang begitu manis menjadi candu tersendiri untuknya. "Sania," gumam Malvin. "Apa ini yang namanya jatuh cinta? Ternyata indah, ya." Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan menampilkan Mama Risa yang berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya menatap ke arah Malvin. Mama Risa pun melangkah mendekati putranya. "Kamu nggak mau sekolah, Vin?" Alih-alih menjawab, cowok berusia delapan belas tahun itu justru semakin melebarkan senyumnya, membuat mamanya mengerit bingung. Mama Risa menempelkan punggung tangannya di atas dahi Malvin, dan saat itu pula Malvin sadar dari lamunannya, mengerit menatap mamanya. "Nggak panas," gumam Mama Risa. Malvin menghela napas panjang, menyingki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN