Uwuw

2098 Kata

Sore ini, Melda langsung diajak oleh Alka ke rumahnya. Alka berniat ingin mengenalkan Melda langsung kepada orangtuanya. Alka tak berhenti untuk tersenyum, begitupun dengan Melda. Alka menghentikan laju motornya bersama deretan kendaraan lain saat lampu merah menyala. Jalanan ibukota kembali padat, apalagi saat jam pulang kantor seperti ini. Alka menundukkan kepala, melihat kedua tangan Melda yang melingkari pinggangnya. Tangan Alka terulur untuk mengusap punggung tangan Melda dengan lembut, membuat Melda tersipu karena ia sendiri tidak sadar kalau tangannya melingkari pinggang Alka. "Maaf ya, gara-gara gue bawanya motor, lo jadi kepanasan." Alka sedikit menolehkan kepala ke belakang. Melda tersenyum. "Nggak masalah kok." "Yang penting sama gue ya," kekeh Alka membuat Melda reflek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN