"Nad..." panggilku pelan Nadia membuka matanya, kaget melihat kedatanganku kemudian terdengar isakan tangis yang semakin deras. Mendekat kearahnya dan memeluk melepas rindu setelah lama mencarinya. Melepas pelukan segera ketika mendengar Nadia meringis kesakitan. "mana yang sakit Nad?" tanyaku khawatir, Nadia hanya diam sambil memejamkan matanya menahan sakit. "mbaknya yang ditelepon tadi?" tanya seorang perawat ketika mendatangi brangkar Nadia terbaring. "Iya sus, saya Wilda yang tadi ditelepon" jwabku membenarkan. "bisa ikut saya sebentar?" pintanya kemudian. "tapi ini teman saya masih kesakitan gak ditangani dulu?" tanyaku dengan fokus melihat Nadia yang masih terpejam. "tadi sudah ditangani dokter IGD, untuk penangangan selanjutnya mbak bisa ikut saya untuk melengkapi administr

