Malam pertama sekaligus menjadi malam terakhir melakukan perjalanan untuk pertama kalinya ke Kota Istimewa, Yogyakarta. Fakta baru sekaligus kenyataan pahit yang harus Gue terima, he's make a love with another woman. Perih... Taksi yang dipesankan melalui resepsionis baru saja melaju sepuluh menit yang lalu meninggalkan hotel. Suasana malam kupandangi melalui jendala taksi sebelah kiri. Melewati jalanan Yogyakarta dengan memandangi lampu dari gedung bertingkat yang menerangi tiap sudut jalan. "ngapunten, mbak'e ajenge teng pundi ngge?"* kata Pak sopir membuyarkan lamunanku. Mengernyitkan keningku karena tidak paham arti perkataan Pak supir. Sepertinya ia mengetahui kebingunganku kemudian bertanya kembali dalam bahasa Indonesia dengan medok khas jawa. "stasiun Lempuyangan Pak, sebelu

