Pengakuan

1159 Kata

Senin yang selalu sama dengan senin sebelumnya. Bangun lebih pagi dan berangkat kuliah sebelum jam setengah tujuh agar terhindar dari nyinyiran Pak Dosen yang selalu tepat waktu. Disitu kesabaranku diuji sejak masuk diawal semester ini. Memasuki koridor gedung FEB yang masih sepi dan berjalan menuju kelas yang berada di lantai dua. "cieeee, yang kemarin diantar calon dokter. Semoga lanjut jadi calon imam yaaa Wil?" Suara Nadia yang mengagetkanku dari belakang sambil nyengir menampakkan gingsulnya di sebelah kiri. "Gue Amini deh Nad, yaaa kali calon dokter sempat melihat Gue yang tak seberapa dibanding dengan rekannya difakultas yang sama" jawabku merendah "jangan gitu ihhh, sekilas Bayu kelihatan baik orangnya. Gak semena mena sama status dia sebagai Mahasiswa Kedokteran" Nadia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN