Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha

1051 Kata

"Lu ngapa sih, Kak? Mendadak kalem begini bukan lu banget deh." "Gue lagi mikir." "Tumben lu mikir. Biasanya kagak pernah." Ia bisa dijambak Rain kalau bicara sekali lagi. Hahaha. Arinda terbahak. Untung saja mereka sedang di atas awan. Rain jadi tak berani menghajarnya. Ya bahaya lah. Kalau sampai jatuh, mereka berdua bisa mati. Ia tak mau lah. Lah Rain enak sudah menikah. Lah ia? Meski memang tak ada niatan mencari pasangan hidup. Tapi ia tak berharap akan meninggal dalam keadaan jomblo juga. Menyedihkan tahu. Gak ada yang mendoakan. Sedih kan? Rain masih memikirkan kata-kata Awan. Benar bukan katanya? Kalau orang sudah dituliskan berjodoh, mau ke mana pun pasti bertemu kan? Ia menghembuskan nafas. Ya oke lah ia terima hal itu. Tapi hal lainnya.... "Tapi lo tahu gue gimana kan, Wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN