“Apa kita bisa bertemu lagi? Atau mungkin kamu sudah melupakan aku sekarang? Dan pastinya hidup bahagia bersama Melinda dan anak kalian.” Sambungnya. “Disini, anak kita sangat membutuhkan kamu. Dia sangat ingin memiliki seorang ayah. Apa yang harus aku lakukan, Rey? Sementara aku tidak bisa melupakanmu begitu saja? Lima tahun, Rey! Lima tahun aku terus berusaha untuk bisa melupakan kamu. Melupakan rasa ini untukmu. Tapi apa? Aku tetap tidak bisa. Aku bodoh bukan? Ya, bodoh karena masih saja mencintai pria yang telah menyakiti aku begitu dalam.” Ungkapnya dengan sendu. Tatapan matanya tampak jelas sangat sedih sekaligus bingung. “Apa aku harus menikah dengan kak Dito? Agar anak kita memiliki seorang ayah? Agar ia bisa merasakan kasih sayang seorang ayah yang sejak kecil aku pun tak p

