Eighty

1025 Kata

New York City, Markas FBI, 7 Februari 2019 Ren duduk termenung di ruang sempit yang hanya ada kursi serta meja dan satu botol minum. Ia sudah berada di sana semenjak enam jam yang lalu. Dia tidak tahu sekarang siang atau malam, hujan atau cerah, dan lainnya. Yang Ren tahu saat ini hidupnya tidak punya harapan lagi. Dia yakin dia akan menjadi tahanan abadi atau mati dalam beberapa tahun bahkan beberapa bulan bila ajal sudah datang menjemputnya. Tidak ada harapan baginya bila sudah berhadapan dengan FBI. Ren tidak bisa menangis lagi karena sudah habis air mata yang keluar dari matanya menangisi kehidupannya yang hancur. Dia besar di tangan orang lain. Tidak pernah merasakan kasih sayang orangtua dan juga tidak tahu siapa orangtuanya bahkan dia tidak tahu siapa nama aslinya sendiri yang dib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN